Pada tahun 2023, saya mendapat kehormatan terpilih sebagai salah satu dari hanya lima mahasiswa Informatika Universitas Ciputra, dan salah satu dari 25 mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia, yang berhasil lolos program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Beasiswa penuh yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI ini memberikan saya kesempatan berharga untuk menempuh studi selama satu semester di Nanyang Technological University (NTU), Singapura—salah satu universitas terbaik di Asia. Pada angkatan tersebut, saya menjadi satu-satunya perwakilan dari Universitas Ciputra yang terpilih untuk berkuliah di NTU.
Perjalanan menuju pencapaian ini terasa sangat menantang sekaligus transformatif bagi saya. Saya harus melewati berbagai tahapan krusial, mulai dari mengurus paspor pertama kali di bawah tenggat waktu yang sangat ketat, menyusun empat esai reflektif yang mendalam, hingga mempersiapkan diri menghadapi Duolingo English Test. Meskipun sempat terkendala keterbatasan waktu persiapan di awal, saya berhasil meraih skor 150 berkat konsistensi dalam berlatih serta membiasakan diri berinteraksi dengan bahasa Inggris secara aktif lewat membaca dan menulis.
Tahap wawancara menjadi ujian tersendiri bagi rasa percaya diri dan daya juang saya. Kendati menyadari bahwa kemampuan komunikasi verbal saya saat itu masih memiliki banyak ruang untuk berkembang, saya tetap memberikan upaya terbaik. Ketekunan dan kejujuran tersebut akhirnya membuahkan hasil manis dengan diterimanya saya di NTU.
Menempuh studi di Singapura membuka mata saya terhadap lingkungan akademik bertaraf dunia, keberagaman perspektif budaya global, serta pengalaman belajar kolaboratif yang memperluas cakrawala berpikir jauh melampaui batas ruang kelas. Perjalanan ini kian memperkuat keyakinan saya akan pentingnya persistensi, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat (continuous learning).
